Rabu, 12 Juni 2013

Yang (pernah) kunikmati



Aku suka perhatian-perhatian kecil itu. Aku suka saat kau hanya membagi semua senyum dan apa yang kau tulis bersamaku.
Sebenarnya aku suka kau menyerangku dengan pertanyaan biasamu itu. Sebenarnya aku senang kau jejali dengan kata “kamu kenapa? Kamu gapapa kan? Kalo lagi gak kenapa-kenapa kamu boleh cerita. Maaf ya bikin kamu marah.”
Tapi satu hal yang tak pernah kusukai. Kau tak pernah menganggapku siapa-siapamu saat aku dapat menghirup aromamu, melucuti ekspresimu, dan menatap mata sendu itu. Kau tau aku tak pernah suka tak diacuhkan.
Aku pernah bilang stok maafku habis untukmu. Tapi aku tak pernah bilang bahwa stok itu tak pernah terisi ulang kan? Aku selalu mencoba mengisi ulang semua sebisaku, agar aku selalu mendapat apa yang kau anggap biasa itu untukku. Agar aku mendapat sesuatu yang kuanggap itu hanya untukku, iya aku saja.
Tapi Tuhan membimbingku dan semua firasat itu benar. Pertemuan yang mungkin kau sengajakan itu membawa semuanya jelas di depan mataku, membuat semua kabut ini lenyap bersama mentari. Membuatku tahu bahwa kamu sama seperti lelaki lain yang kuanggap mereka murahan. Membuatku tahu bahwa kamu memberi gadis itu “cie ngambek. Nih es cream buat kamu” yang pernah kau berikan kepadaku. Atau mungkin kepada ribuan gadis lain? 

With Smile :)
Mutiara Jasmine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar