Aku suka perhatian-perhatian kecil itu. Aku suka saat kau
hanya membagi semua senyum dan apa yang kau tulis bersamaku.
Sebenarnya aku suka kau menyerangku dengan pertanyaan
biasamu itu. Sebenarnya aku senang kau jejali dengan kata “kamu kenapa? Kamu
gapapa kan? Kalo lagi gak kenapa-kenapa kamu boleh cerita. Maaf ya bikin kamu
marah.”
Tapi satu hal yang tak pernah kusukai. Kau tak pernah
menganggapku siapa-siapamu saat aku dapat menghirup aromamu, melucuti
ekspresimu, dan menatap mata sendu itu. Kau tau aku tak pernah suka tak
diacuhkan.
Aku pernah bilang stok maafku habis untukmu. Tapi aku tak
pernah bilang bahwa stok itu tak pernah terisi ulang kan? Aku selalu mencoba
mengisi ulang semua sebisaku, agar aku selalu mendapat apa yang kau anggap
biasa itu untukku. Agar aku mendapat sesuatu yang kuanggap itu hanya untukku,
iya aku saja.
Tapi Tuhan membimbingku dan semua firasat itu benar. Pertemuan
yang mungkin kau sengajakan itu membawa semuanya jelas di depan mataku, membuat
semua kabut ini lenyap bersama mentari. Membuatku tahu bahwa kamu sama seperti
lelaki lain yang kuanggap mereka murahan. Membuatku tahu bahwa kamu memberi
gadis itu “cie ngambek. Nih es cream buat kamu” yang pernah kau berikan
kepadaku. Atau mungkin kepada ribuan gadis lain?
With Smile :)
Mutiara Jasmine
Tidak ada komentar:
Posting Komentar