Jumat, 14 Juni 2013

Diam Bangkit




                Saat tidur tak menyelesaikan segalanya. Saat diam hanya membawa air mata. Dan saat gelap hanya menyajikan apa yang kau coba lupakan terus berdatangan.
                Memilih untuk bangkit dan menghapus air mata dengan tanganmu sendiri, bertahan dengan pundakmu sendiri serta menikmati malam dengan harapan gulita tak membawanya hadir menyajikan sebuah cerita baru tang tak pernah kau tahu bagaimana kau akan menyikapi semua itu adalah pilihan utama.
                Saat senyum termanis kau berikan. Saat harapan terbaik kau gantungkan. Dan saat doa dan lantunan silih berganti mengambil sisa-sisa keadaan.
                Mempertahankan apa yang sedang kau lakukan, dengan apa yang kau tuju namun tak pernah mau mengerti adalah hal tercantik jika kau bisa mengikhlaskan apa yang kau harapkan menjadi milik orang lain yang mungkin lebih bahagia dengannya

With Smile :)
Mutiara Jasmine

Daun, Angin, dan Pohon




Saat aku siap untuk memulai semua kembali, kau lelah dengan apa yang pernah kumulai. Saat aku siap untuk berbagi semua yang kumiliki, kau sudah memilih pundak lain untuk berbagi.
                Aku yang salah membiarkanmu terluka dengan semua ucapanku. Aku yang salah karena membiarkanmu mencari siapa sosok yang pantas untuk membagi hari. Aku yang salah membuat semua yang kau berikan bertepuk kanan tanpa lengan kiri. Aku yang salah membuatmu lelah berusaha bahwa aku akan memperlakukanmu sama.
                Tapi aku tak sepenuhnya salah, kau harus tau itu. Kau mengajakku berbicara saat aku sedang kewalahan. Kau mengajakku berbagi harimu saat aku sedang dalam amarah. Kau menarik tangan kiriku untuk bertepuk bersama saat tangan itu sudah lelah. Dan kau bilang sudah saat aku memutuskan untuk mengenggammu dengan dua tanganku.
                Lantas aku bisa apa saat kedua tanganku akan menggenggam tanganmu, tapi keduanya kau gunakan untuk memeluk tubuh lain? Lantas aku harus bagaimana saat aku mempunyai beragam cerita, tapi kau asik bercerita dengan yang lain? Lantas dengan apa aku harus menebus semua itu saat aku ingin meminta semua perhatianmu kembali seperti dulu? Lantas apakah semua itu cepat berlalu hanya karna asamu tak pernah kurasa? Apakah juga secepat itu daun yang gugur tertiup angin membenci sang pohon?

With Smile :)
Mutiara Jasmine 

Rabu, 12 Juni 2013

Pergimu Salahku?



Seakan aku dipaksa olehmu
Harus selalu mengenangmu
Tidak ada kesempatan untukku
Tuk sekedar melepas bayangmu

Perpisahan itu telah berlalu
Namun ingatan itu, ingatan bersamamu
Kenangan kita dulu
Ingatkah engkau? Ingatkah?
Dikala fajar menyatukan kita
Dan senja yang memisahkan kita

Langit tak selamanya cerah
Bulan tak selamanya menemani
Dan angin, tak selamanya menyejukkan
Sepertimu yang tak selamanya untukku

Daun bisa gugur
Pohonpon bisa tumbang
Namun satu hal yang abadi
Cintaku selalu untukmu

Bagai berlian ataupun mutiara
Yang selalu indah dan menawan
Sama seperti engkau
Masih saja jadi yang terindah

Kisah kita tak mungkin tertulis kembali
Begitu pula cerita, berakhir ya berakhir
Walau masih terselip kelanjutannya
Walau masih ada tokoh yang ingin bahagia

Apa yang telah kuperbuat?
Sebenarnya apa yang terjadi?
Hingga seorang hebat sepertimu,
Harus pergi dari kehidupanku

Keegoisanku?
Kekuranganku?
Apapun itu, apa yang sebenarnya terjadi?
Salahku?

With Smile :)
Yunisa Nevi A. edited by Mutiara Jasmine

Senjaku Tak Lagi Jingga



Jam dinding berdetik, jarum panjang terus berputar
Seiring desiran darahku yang mengalir lambat
Seiring penyakit ini yang terus meluas semakin cepat
Seiring tubuh ini yang mengerang semakin liar

Aku berjuang untuk kesembuhanku
Aku berjuang demi orang di sekelilingku
Aku berjuang demi mereka yang sayang kepadaku
Berjuang dengan harapan bahwa aku pasti sembuh

Ayahku pernah bilang, aku ini cantik
Aku ini kuat, aku pasti bisa melawannya
Ibukupun bilang, aku ini hebat
Aku pasti lebih hebat dari apa yang kufikirkan

Semua dorongan itu membuatku bangkit
Membuatku percaya bahwa mukjizat masih ada
Membuatku yakin bahwa penyakit ini akan diangkat Oleh-Nya
Tangan-Nya, Mukjizat-Nya, Pertolongan-Nya tak pernah terlambat

Hingga suatu hari, senja telah berada di pucuk cakrawala
Menggelap, hitam, dan aku tak lagi melihat jingga
Aku tak lagi melihat venus nampak di ufuk timur
Aku tak lagi melihat formasi bintang begitu rupawan

Aku ingin menangis, aku ingin berteriak
Tapi aku tahu, mereka tak mau melihatku melakukannya
Aku harus berusaha setegar yang kubisa
Aku tahu rencana Tuhan pasti indah

Setiap malam, setiap aku mulai terlelap
Aku merasakan bahwa penyakit ini semakin meluas
Aku merasakan bahwa tubuhku semakin tersiksa
Bayang-bayang putih itu selalu muncul dalam mimpiku

Tuhan, dengar doaku
Aku tahu ini Rencana-Mu
Aku tahu ini perintah yang harus ku lakukan
Aku tahu semua ini pasti ada hikmahnya

Tapi aku lelah Tuhan
Aku lelah harus mendengar ibuku menangis setiap malam
Aku lelah merasakan ayahku berusaha untuk kesembuhanku
Aku lelah melihat mereka berusaha membirukan senjaku

Beri mereka sesuatu yang lebih indah dari ini Tuhan
Hingga suatu saat nanti aku terlelap dalam senyum
Merekapun akan memanggil namaku
Dengan senyum kebanggaan, bukan penderitaan

With Smile :)
Mutiara Jasmine