Minggu, 02 September 2012

Gerhana purnama




saat bulan tak lagi menyanding bintang
saat mentari tak lagi bersama sinar
saat bunga enggan menyanding kelopak
dan saat senja tak lagi jingga

aku duduk menatap bulan
mengintip malu dibalik awan malam
kugantikan menatap bintang
hanya satu lalu menghilang (melas)

kamu tau?
menatap bulan sambil membayangkan kamu disampingku itu enak
apalagi bulannya bulet, kuning lagi
seperti bola rasa pisang yang terbang
tapi kamu tau nggak?
kalau kamu nggak tau sih nggak jadi enak dong

aku kasih tau yaa
bulan itu baik lhoo, baik banget malahan
dia ngedengerin semua ceritaku malem ini
dia nyempetin waktunya saat orang" menatapnya
gerhana katanyaa, ah entahlah
aku lebih suka sabit, ada senyumnya

aku masih perlu nggak mikirin kamu?
kamu masih pengen nggak buat tak pikirin
kalau kamu bilang 'iya' aku bakalan mikirin kamu deh
eh? enggak ding, pake mikir dulu
sholat Istihoroh dulu aja yaa
tapi nunggu kamu bilang iya, baru tak pikirin
kalau kamu nggak bilang, ya tak tinggal
aku mau cerita banyak dulu sama bulan
dadaah ;)

 With Smile :)
Mutiara Jasmine

Rabu, 22 Agustus 2012

Gelap

Siapapun pasti tahu, melihat dalam gelap itu tak terlihat. Apa yang ada didepanmu, disampingmu bahkan didekatmu selalu saja tak nampak. Kita butuh setidaknya sebuah lilin kecil untuk dapat tahu sekeliling kita. Ya, tentunya lilin menghasilkan cahaya bukan? Berarti sudah tidak terjadi sesungguhnya gelap disana.. Begitu juga dengan mencintai.

Mencintai dalam diam itu tak pernah diketahui orang. Sama halnya dengan gelap, tak terlihat. Namun mencintai dalam diam itu sakit, sesakit melihat anjing melahirkan anak gajah (kurasa juga tak mungkin). Sakitnya melihat saat aku tahu bagaimana kamu dekat dengan seseorang yg kamu cintai, padahal ada aku disampingmu yang tahu bagaimana buruknya seseorang itu untuk kamu yang terlalu baik untukku.

Tunggu sebentar! Baik? Kamu baik untukku? Yaa tentu saja, karna aku telah buta, buta karena aku mencintaimu. Sehingga apapun yang kamu lakukan selalu baik dimataku, meskipun dengan akal sehat itu terlampau salah. Namun, kau tetap yang terbaik dimataku. Atau, begitu juga-kah kamu menilai dia yang kamu cintai? selalu benar dimatamu? Ahh~ Andai saja aku pergi ke dukun, bisa jadi aku yang benar dimatamu.

Maghrib, 22-08-2012
With Smile :)
Mutiara Jasmine

Maafkan Kami Tuhan

Saat senja hadir di ufuk barat
Nelayan datang untuk menjala ikan
Jingga yang mempesona
Membuat bibirku mengucap syukur

Indah alam atas kuasa-Nya
Diberikan tulus untuk uma manusia

Tapi, salah kita yang tak menjaganya
Hingga alam pun mengamuk memberantakkan bumi

Ooh Tuhan. .
Ampuni kami yang tak menjaga pemberianmu
Hingga kau berikan teguran kepada kami
Maafkan kami Tuhan, maafkan kami






https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgJdpgs_nVNkRWPV33qgkYwEJAAGqDI3JYQ-VfACGEbcpWGhg5M0tcX5diYojTFc5byD3Y03fTYisHfVrD0D3Ds0FpBL9_jOulTW_jUtxtIA08wA14m-wjqOwk-a9mYSrAPM1EtHSYVGQ/s1600/doa1.jpg

Buat Jamais ke XXII yang penuh air mata :')
Buat adik yang ku rindukan pijakannya :)
With Smile :)
Mutiara Jasmine