Jumat, 14 Juni 2013

Daun, Angin, dan Pohon




Saat aku siap untuk memulai semua kembali, kau lelah dengan apa yang pernah kumulai. Saat aku siap untuk berbagi semua yang kumiliki, kau sudah memilih pundak lain untuk berbagi.
                Aku yang salah membiarkanmu terluka dengan semua ucapanku. Aku yang salah karena membiarkanmu mencari siapa sosok yang pantas untuk membagi hari. Aku yang salah membuat semua yang kau berikan bertepuk kanan tanpa lengan kiri. Aku yang salah membuatmu lelah berusaha bahwa aku akan memperlakukanmu sama.
                Tapi aku tak sepenuhnya salah, kau harus tau itu. Kau mengajakku berbicara saat aku sedang kewalahan. Kau mengajakku berbagi harimu saat aku sedang dalam amarah. Kau menarik tangan kiriku untuk bertepuk bersama saat tangan itu sudah lelah. Dan kau bilang sudah saat aku memutuskan untuk mengenggammu dengan dua tanganku.
                Lantas aku bisa apa saat kedua tanganku akan menggenggam tanganmu, tapi keduanya kau gunakan untuk memeluk tubuh lain? Lantas aku harus bagaimana saat aku mempunyai beragam cerita, tapi kau asik bercerita dengan yang lain? Lantas dengan apa aku harus menebus semua itu saat aku ingin meminta semua perhatianmu kembali seperti dulu? Lantas apakah semua itu cepat berlalu hanya karna asamu tak pernah kurasa? Apakah juga secepat itu daun yang gugur tertiup angin membenci sang pohon?

With Smile :)
Mutiara Jasmine 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar