Saat aku siap untuk memulai semua
kembali, kau lelah dengan apa yang pernah kumulai. Saat aku siap untuk berbagi
semua yang kumiliki, kau sudah memilih pundak lain untuk berbagi.
Aku
yang salah membiarkanmu terluka dengan semua ucapanku. Aku yang salah karena
membiarkanmu mencari siapa sosok yang pantas untuk membagi hari. Aku yang salah
membuat semua yang kau berikan bertepuk kanan tanpa lengan kiri. Aku yang salah
membuatmu lelah berusaha bahwa aku akan memperlakukanmu sama.
Tapi aku
tak sepenuhnya salah, kau harus tau itu. Kau mengajakku berbicara saat aku
sedang kewalahan. Kau mengajakku berbagi harimu saat aku sedang dalam amarah. Kau
menarik tangan kiriku untuk bertepuk bersama saat tangan itu sudah lelah. Dan kau
bilang sudah saat aku memutuskan untuk mengenggammu dengan dua tanganku.
Lantas aku
bisa apa saat kedua tanganku akan menggenggam tanganmu, tapi keduanya kau
gunakan untuk memeluk tubuh lain? Lantas aku harus bagaimana saat aku mempunyai
beragam cerita, tapi kau asik bercerita dengan yang lain? Lantas dengan apa aku
harus menebus semua itu saat aku ingin meminta semua perhatianmu kembali
seperti dulu? Lantas apakah semua itu cepat berlalu hanya karna asamu tak
pernah kurasa? Apakah juga secepat itu daun yang gugur tertiup angin membenci
sang pohon?
With Smile :)
Mutiara Jasmine
Tidak ada komentar:
Posting Komentar